Fakta Sains tentang Sejarah Penemuan Kemoterapi

Fakta Sains tentang Sejarah Penemuan Kemoterapi

infogratisdunia –  Berikut merupakan ulasan mengenai fakta Sains tentang sejarah penemuan kemoterapi. Mari simak kutipan berikut…

Secara sederhana, kemoterapi dapat diartikan sebagai pengobatan yang digunakan untuk melawan sel-sel kanker. Menurut laman medis Cancer, pengobatan kemoterapi merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah agar sel-sel kanker tidak kembali tumbuh dan membelah secara liar.

Namun, karena dampak dari kemoterapi yang sangat kuat, biasanya metode pengobatan ini juga bisa berpengaruh pada sel-sel tubuh lainnya yang sehat. Nah, rupanya ada sejarah panjang di balik penemuan pengobatan kanker ini. Yuk, kita sama-sama belajar tentang sejarah sains mengenai kemoterapi.

1. Hippocrates merupakan tokoh Yunani kuno yang menemukan pengobatan cikal bakal kemoterapi pada era Sebelum Masehi

Tentu saja, dunia medis saat ini juga harus berterima kasih kepada Hippocrates, seorang tokoh medis, dokter, sekaligus ilmuwan yang sangat terkenal pada zamannya di tanah Yunani. Hippocrates memang keturunan dari keluarga terpandang. Ayahnya adalah seorang dokter sekaligus pendeta yang cukup disegani di Yunani pada kala itu.

Hippocrates merupakan tokoh yang dianggap sebagai Bapak Kedokteran dunia karena memang kontribusinya pada dunia medis cukuplah besar dan signifikan. Seperti dicatat dalam laman sains NCBI, untuk pertama kalinya, Hippocrates menemukan metode pengobatan dalam melawan tumor dan kanker. Bahkan, beberapa metode yang digunakan oleh Hippocrates masih digunakan hingga saat ini.

Dokter yang ada di era 460-370 Sebelum Masehi tersebut menemukan bahwa salah satu penyebab kanker adalah berlebihnya cairan empedu hitam yang bisa terjadi pada tubuh manusia. Pada saat itu, tindakan medis berupa pembedahan masih menjadi salah satu alternatif yang dianggap paling efektif untuk mengatasi masalah pada kesehatan.

Tulisan-tulisan karya Hippocrates juga membawa pencerahan bagi kebanyakan warga Yunani yang kala itu masih percaya bahwa penyakit diakibatkan oleh kutukan atau takhayul. Mayoritas tulisan-tulisannya berisi tentang teknik-teknik pengobatan medis dan juga tentang obat-obatan yang menjadi cikal bakal untuk digunakan pada pengobatan modern.

Baca Juga : Tempat Hangout Di Bandung Yang Gratis Dan Instagrammable

2. Sifat-sifat sel kanker mulai digagas oleh Ibnu Sina pada abad ke-10

Jurnal ilmiah yang dicatat dalam laman Galen Medical Journal menjelaskan bahwa Ibnu Sina pernah menulis mengenai beberapa sifat kanker yang dapat menyebar ke berbagai sel tubuh lainnya. Dalam pandangan dokter yang ada di era 980-1037 tersebut, kanker dapat menyebar ke organ tubuh lainnya meskipun sumber kanker sudah diatasi sebelumnya.

Pada kasus kanker payudara, misalnya, bisa saja sel kanker juga menyebar ke organ tubuh lainnya meskipun sumber kanker di payudara tersebut sudah diatasi sebelumnya. Pembelahan sel kanker ini tentu saja menjadi kerumitan tersendiri bagi dokter dan pasien pada umumnya.

Pendekatan-pendekatan dan studi yang dilakukan oleh Ibnu Sina rupanya membawa dampak pada terapi pengobatan kanker meskipun tidak didukung oleh peralatan medis canggih seperti saat ini. Konsep dari Ibnu Sina tersebut dikenal sebagai metastasis kanker (dalam bahasa Yunani berarti penyebaran sel kanker).

3. Paul Ehrlich mulai mengembangkan teknik pengobatan berbasis kemoterapi secara mendetail

Di zaman yang lebih modern, tepatnya pada era 1900-an, seorang dokter dan ilmuwan bernama Paul Ehrlich telah menggagas dan menemukan metode pengobatan kanker secara kimiawi. Seperti diulas dalam Smithsonian Magazine, Paul Ehrlich telah menemukan metode pengobatan menggunakan cairan dan obat kimia buatan manusia.

Obat-obatan kimia tersebut secara khusus dapat menyerang penyebab penyakit secara terarah dan terukur. Metode ini lebih dikenal sebagai magic bullets, yakni sebuah metode pegobatan yang ditujukan hanya pada penyebab penyakitnya saja, misalnya membunuh mikrob, bakteri, parasit, atau apa pun penyebab penyakit dalam tubuh manusia.

Selain itu, ia juga menemukan bahwa sistem kekebalan tubuh manusia dapat berperan penting dalam membantu pengobatan kimiawi yang sedang dijalankan. Memasukkan obat atau cairan kimia inilah yang menjadi dasar dari metode pengobatan kanker menggunakan kemoterapi. Secara umum, dokter yang menerima Hadiah Nobel pada 1908 tersebut telah menancapkan dasar yang kuat bagi pengembangan kemoterapi modern.

Itulah beberapa fakta mengenai sejarah penemuan kemoterapi, metode pengobatan yang digunakan untuk memerangi sel kanker. Semoga artikel ini dapat memperkaya pengetahuan kamu, ya!